PENGARUH KEBEBASAN HIDUP DI TEMPAT KOS TERHADAP PERILAKU NEGATIF ANAK KOS
Lidya Natalia, Retno Widiarsih, Nia Kurniawati, Nurhaflah Situmorang,
Roy Sandi Pane, Hendra Nurlianda
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Abstrak
Perilaku negatif anak kos sangat dipengaruhi oleh kebebasan hidup mereka di tempat kos. Tidak adanya peraturan di tempat kos, dapat memberikan kebebasan kepada anak kos untuk melakukan segala tindakan yang mereka inginkan, termasuk melakukan tindakan yang menyimpang yang pada akhirnya dapat membentuk perilaku yang negatif pula pada setiap diri/ pribadi anak- anak kos. Oleh sebab itu, penelitian tentang hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kebebasan hidup di tempat kos dapat mempengaruhi segala tindakan dan perilaku negatif anak kos.
Kata kunci : Perilaku negatif, anak kos.
Pendahuluan
Saat ini, perilaku negatif sangat erat kaitannya dengan pergaulan hidup anak-anak muda. Khususnya di kota-kota besar, baik itu pelajar sekolah hingga mahasiswa. Sebutan sebagai anak terpelajar tidak lagi menjadi jaminan mereka memiliki moral atau perilaku yang baik. Menurut G. Karta Sapoetra dan Kreimers . J. B. secara sengaja atau tidak sengaja manusia sering melakukan pengabaian- pengabaian terhadap ketentuan hidup yang dasar atau norma- norma dan lazim di pandang sebagai perbuatan- perbuatan menyimpang ( perilaku negatif ). Perilaku negatif itu sendiri daoat diartikan sebagai perilaku yang menyimpang dari norma- norma seperti : norma hukum dan norma agama.
Menurut Drs. A. W. Widjaja, moral adalah tindakan yang sesuai dengan ide-ide umum, tentang tindakan manusia, mana yang baik dan wajar sesuai dengan ukuran-ukuran tindakan yang oleh umum diterima dan meliputi Kesatuan Sosial atau lingkungan tertentu. Tapi saat ini banyak anak-anak muda yang sudah mulai terkikis moralnya, karena dalam perilaku mereka tidak lagi memikirkan baik dan wajarnya tindakan yang mereka lakukan dan dapat atau tidak diterima oleh orang lain. Sehingga perbuatan yang mereka lakukan cenderung menyimpang kearah yang negatif.
Fenomena ini sering pula terjadi pada mahasiswa dari daerah yang datang ke kota dan tinggal di tempat-tempat kos, yang lebih dikenal dengan anak kos. Anak-anak kos merupakan komunitas yang rentan terhadap hal ini, karena mereka memiliki kebebasan penuh dalam mengatur hidupnya tanpa ada larangan dan pengawasan dari orang tua atau siapa pun. Sehingga mereka bebas bergaul dengan siapa saja dan di lingkungan manapun termasuk lingkungan negatif yang lambat laun akan mempengaruhi perilaku mereka menjadi negatif pula. Pada umumnya, perilaku negatif anak kos dipengaruhi oleh faktor-faktor di atas, yaitu: tidak adanya pengawasan dari orang tua, lingkungan pergaulan yang negatif, dan kebebasan hidup di tempat kos.
Perilaku menyimpang merupakan perilaku yang kacau, yang menyebabkan seseorang kelihatan gugup dan perilakunya tidak terkontrol. Memang di akui tidak semua remaja mengalami perilaku menyimpang. Seorang remaja akan mengalami hal ini jika ia tidak tenang.
Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku negatif anak kos, namun tidak semua faktor akan di kaji, hanya sebatas ruang lingkup kebebasan hidup di tempat kos sebagai faktor yang mempengaruhi perilaku negatif anak kos. Berdasarkan ruang lingkup tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kebebasan hidup di tempat kos terhadap perilaku negatif anak kos. Diharapkan penelitian ini akan bermanfaat bagi penulis dalam mengembangkan wawasan tentang baik dan buruknya jika tinggal di tempat-tempat kos.
Metode Penelitian
Variabel dalam ini adalah kebebasan hidup di tempat kos dan perilaku negatif anak-anak kos. Indikator-indikator dari variable-variabel di atas untuk mengukur pengaruh kebebasan hidup di tempat kos terhadap kemampuannya mempengaruhi perilaku negatif anak-anak kos adalah: jam malam, tamu bukan keluarga ke kamar, jam tutup gerbang, pacaran di tempat kos, penjaga/ pemilik kos, hubungan seks, judi, mabuk-mabukan, dan menghidupkan musik keras-keras.
Penelitian ini menetapkan target yakni mahasiswa yang tinggal di tempat kos (anak kos) di berbagai perguruan tinggi di kota Medan. Yakni: Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ( UMSU ), Universitas Islam Sumatera Utara ( UISU ), Universitas Sumatera Utara ( USU ), dan Universitas Negeri Medan ( UNIMED ). Pengambilan sample dilakukan dengan salah satu teknik non probability sampling yakni convenience sampling ( pengambilan sample menurut keinginan peneliti ). Peneliti menetapkan 100 orang anggota sample ( responden ).
Pengumpulan data penelitian dilaksakan pada bulan Mei 2008 sampai Juni 2008 pada lokasi seperti telah dijelaskan di atas. Pengumpulan data pada penelitian ini mengunakan instrument angket/ kuisioner yang di rancang dan di adaptasi dari indikator sebelumnya. Instrumen penelitian di susun dalam skala rating ( rating scale ), dengan pilihan jawaban sebanyak 4 pilihan ( 1, 2, 3, 4 ).
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik statistik deskriptif yakni table-tabel frekuensi, untuk mengukur secara deskriptif masing-masing variabel penelitian.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Dari kuisioner yang disebarkan di peroleh beberapa data tentang karakteristik responden yakni jenis kelamin, usia, fakultas dan semester. Mayoritas responden penelitian ini adalah laki- laki sebesar 61%. Dilihat dari segi usia responden, paling banyak berusia 20- 22 tahun sebesar 64%. Pada umumnya responden berlatar belakang mahasiswa dari fakultas ekonomi sebesar 57% dan berada pada semester 6 yaitu sebesar 51%.
Kuisioner ini disebarkan pada mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai sampel dalam penelitian yang berasal dari 4 Universitas. Dari angket yang disebarkan kepada responden di dapat data seperti yang ditunjukkan oleh tabel 1.1 dan tabel 1.2 yang menunjukkan jawaban responden mengenai pertanyaan yang terdapat dalam angket kuisioner baik angket kuisioner variable x, yaitu kebebasan hidup di tempat kos, dan jawaban dari angket kuisioner variable y, yaitu perilaku negatif anak kos.
Instrumen perilaku negatif anak kos mengandug 9 pertanyaan, yakni: saya tidak pernah menerima tamu yang belum pulang sanpai larut malam, saya tidak pernah menerima tamu bukan keluarga ke kamar, saya tidak pernah berpacaran di kos, saya tidak pernah melakukan hubungan seks di kos, saya tidak pernah pulang ke kos menjelang subuh, saya tidak pernah bermain judi di kos, saya tidak pernah mabuk-mabukkan di kos, saya tidak pernah menghidupkan musik keras-keras pada jam istirahat.
Pembahasan
Setelah dilakukan pengujian validitas dan reabilitas, ternyata seluruh variable penelitian ini memiliki item-item yang valid dan reliable.
.Selanjutnya, untuk menguji hipotesis digunakan nilai-nilai di dalam table berikut ini:
Tabel
Koefisien korelasi (r)
0.207
Koefisien determinasi (r2)
0.042849
t hitung
-6.874
Sig 2 – tailed
0.00
Taraf signifikan (a)
0.01
Persamaan regresi adalah: Y = a + bx. Berdasarkan data di atas, maka persamaan regresi tersebut menjadi Y = 37.0995 – 0.624. Ini menunjukkan bahwa setiap terjadi kenaikan nilai kebebasan hidup di tempat kos 1 kali, maka perilaku negatif anak kos menurun sebesar 0.624.
Nilai koefisien korelasi yang diperoleh adalah: -0.591. Nilai negatif pada koefisien korelasi tersebut menunjukkan bahwa kebebasan hidup di tempat kos berkorelasi / berhubungan negatif / berlawanan dengan perilaku negatif anak kos.
Hipotesis penelitiannya: Ada hubungan kebebasan hidup di tempat kos dengan
perilaku negatif anak kos.
Hipotesis statistiknya:
HO : p = 0 ( tidak ada korelasi/ hubungan signifikan antara kebebasan hidup ditempat
kos terhadap perilaku negatif anak kos).
HO : p ≠ 0 ( ada korelasi/ hubungan signifikan kebebasan hidup di tempat kos
terhadap perilaku negatif anak kos.
Kriteria Pengujian Hipotesis:
Hipotesis penelitiannya: Ada hubungan kebebasan hidup di tempat kos terhadap
perilaku negatif anak kos.
Jika korelasi (r) memiliki probabilitas Sig – 2 tailed ≤ a 0.01 maka Ho di tolak
Jika korelasi (r) memiliki probabilitas Sig – 2 tailed > a 0.01 maka Ho di terima
Ada korelasi/ hubungan signifikan kebebasan hidup di tempat kos terhadap perilaku negatif anak kos, karena korelasi memiliki probabilitas yakni Sig – 2 tailed 0.000 ≤ a0.01.
Kesimpulan
Dari penelitian yang telah dilakukan, maka di dapat data yang berasal dari angket/ kuisioner yang telah disebarkan kepada para mahasiswa yang merupakan anak kos, dari beberapa Universitas yang berada di kota Medan, bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebebasan hidup di tempat kos dengan perilaku negatif anak- anak kos. Ini berarti semakin bebasnya hidup di tempat kos tanpa ada peraturan yang mengikat maka akan mendorong anak kos untuk melakukan tindakan negatif ( menyimpang ). Sebaliknya, jika tempat kos memberikan peraturan- peraturan yang mengikat kecil kemungkinan bagi anak kos untuk melakukan tindakan yang negatif ( menyimpang ).
Daftar Pustaka
KARTA SAPOETRA, G dan Kreimers. J. B. ( 1987 ) “ Sosiologi Umum ”
Jakarta. Penerbit PT. BINA AKSARA
Widjaja. A. W, Drs. ( 1994 ) “ Etika Bernegara Administrasi ” Jakarta,
Penerbit Bumi Aksara.
WWW. Google. Com ( http : // hgweb 01. bkkbn. go. id/ hgweb/ ceria/ ma 45.
memahami. htmi ).
Senin, 07 Juli 2008
Langganan:
Komentar (Atom)
